Langsung ke konten utama

Mengantuk saja tidak boleh mengemudi.

Akhir-akhir ini banyak berita tentang kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengemudinya yang mengkonsumsi narkoba atau sedang dalam pengaruh minuman keras. Hal ini membuktikan Betapa narkoba dan miras sudah memberi dampak mengerikan bagi semua orang. Sudah banyak korban yang jiwanya terenggut atas kejadian ini. Saya kira yang menderita bukan hanya keluarga korban namun juga keluarga pengemudi, mereka sudah dirugikan dengan narkoba dan miras.

Saya bisa bayangkan bagaimana seseorang mengemudi dalam pengaruh minuman keras dan narkoba. Padahal habis minum obat batuk saja kita tak boleh mengendarai kendaraan karena bisa mengantuk dan mengurangi sensibilitas kita apalagi ini habis minum-minuman keras dan memakai narkoba.

Saya sendiri pernah mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk.
Saat itu habis mengerjakan tugas di rumah teman sehingga harus pulang malam. Pada saat itu kondisi saya sedang lelah dan mengantuk. Tetapi saya memutuskan untuk tetap mengemudi sambil mengulum permen. Namun tetap mengantuk, nah kalau sudah seperti ini sebaik nya segera cari tempat aman untuk beristirahat sebentar. Sudah saat nya Polisi harus lebih sering melakukan razia terhadap pengemudi yang mabuk. Selama ini hanya yang saya ketahui hanya razia SIM saja. Padahal kepemilikan SIM juga tak menjamin seseorang dapat mengemudi dengan baik. Tahu sendiri kan sekarang ini bagaimana bisa mendapatkan SIM di negara kita.

Kejadian-kejadian yang seperti ini seharusnya menjadi kebangkitan berpikir masyarakat, bagaimana seharus nya perlakuan kita terhadap narkoba dan miras. Hanya karena miras korban tak berdosa harus berjatuhan. Masyarakat juga harus melihat kalau gaya hidup enggak benar bisa mengakibatkan petaka bagi orang lain. Apa tidak ada cara refreshing yang benar selain dengan pesta miras dan narkoba. Sekarang ini sepertinya gaya hidup yang seperti ini yang ternyata menjadi trend di kalangan anak muda. Mereka bangga kalau sudah memasuki gaya hidup yang seperti itu. Padahal semua nya itu hanya merugikan diri dan orang lain.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat animasi garis dengan OpenGL pada Dev C++

Di semester 5 ini saya mendapat mata kuliah Grafik Komputer dan Pengolahan Citra. Mata kuliah ini banyak membahas tentang grafik dan dimensi ruang serta pengolahan citra terhadapnya. saya diberi tugas untuk membuat suatu animasi yaitu membuat garis dengan menggunakan OpenGL. Dalam tulisan ini saya akan memberikan contoh animasi yaitu program membuat garis menggunakan OpenGL dengan Dev C++ sebagai IDE nya. Program dapat di download disini

Interface

        Interface merupakan salah satu bagian yang terpenting dari sistem. Interface sendiri adalah sistem yang dirancang untuk mengolah input dan output dari data. Seperti contohnya interface dibuat untuk pembentukan output laporan yang dapat dipreview, diprint, export/import (excel, word, barcode, text, dll).  User Interface jika diartikan dalam bahasa Inggris adalah tampilan antar muka pengguna . User Interface merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.

Diagram Fishbone dan Contohnya

Diagram Fishbone adalah sebuah alat bantu visual yang digunakan untuk memetakan solusi, masalah dan penyebannya ke dalam sebuah gambar yang terstruktur seperti tulang ikan. Diagram Fishbone ditemukan oleh kimiawan asal jepang Professor  Ishikawa Kaoru dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengorganisir berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya suatu masalah atau efek yang diinginkan. Diagram ini banyak digunakan di organisasi dan perusahaan untuk menggambarkan hubungan antara penyebab-penyebab yang mungkin terkait dengan masalah yang dihadapi. Berikut adalah salah satu contoh Diagram Fishbone tentang Layanan Kesehatan Klinik Diagram ini membantu mengidentifikasi beberapa masalah utama yang mempengaruhi kualitas pelayanan di klinik. Bagian tengah diagram, atau "tulang belakang", mewakili masalah utama atau efek yang ingin dipecahkan diantaranya infrastruktur klinik, sumber daya manusia, proses pelayanan, sistem IT, kepuasan pasien dan faktor eksternal lai...